UIN SURAKARTA- Hari ke-2 dari kegiatan perumusan paradigma yang telah dilaksanakan, Jum'at-Minggu, 21-23 November 2025, Jogjakarta adalah pengembangan dari "Glokalisasi dan LURIK" yang pada akhirnya menghasilkan kesepahaman yang disepakati. Untuk mengembangkan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta memanglah diawali dengan perubahan paradigma yang ada dari para dosen dan tenaga pendidikannya. Kemudian dengan berubahnya paradigma akan mempermudah pergerakan proses berkembangnya dikarenakan paradigma dan pandangannya sudah sepaham. Jum'at-Minggu, 21-23 November 2025, setelah beberapa hari berkumpul dan bertemu menyatukan pendapat, maka semakin menajamkan apa yang dimaksud dengan "Glokalisasi dan LURIK".

Kesemuanya ini untuk mendukung pengembangan UIN Surakarta kedepa diantaranya:
- Setting dan Infrastructure: a. Menambah area ruang terbuka hijau, b. Melakukan penghijauan tanaman hijau (asli tanaman lokal), c. Melakukan penghijauan tanaman hijau lain (selain tanaman asli sala), d. Memperbanyak biopori dan sumur resapan.
- Campus facilities for disabled, special needs and/or maternity care: a. Memperbanyak fasilitas ramah disabilitas di setiap gedung fakultas maupun perkantoran lembaga.
- Security and safety facilities: a. Peremajaan dan memperbanyak CCTV, apar, b. Pelatihan satpam atau cleaning yang bersertifikat K3, c. Pelatihan dan simulasi bencana untuk seluruh civitas akademika
- Health infrastructure facilities for students, academics and administrative staffs' well-being: a. Memperbanyak ruang rawat di klinik, b. Menambah tenaga medis, c. Menyediakan kotak P3K di setiap lantai gedung, d. Meningkatkan responsivitas terhadap panggilan darurat.
- Conservation: plant (flora), animal (fauna), or wildlife, genetic resources: a. Melakukan penghijauan tanaman hutan contoh: Tanaman Sala (khas Solo support glokalisasi), dll.
- Planning, implementation, monitoring and/or evaluation of all programs related to Setting and Infrastructure through the utilization of Information and Communication Technology (ICT): a. Menyusun sistem IT terhadap seluruh keluhan yang berkaitan dengan infrastruktur.
- Impact of Setting and Infrastructure programs in supporting the Sustainable Development Goals (SDGs): a. Melakukan sikronisasi infrastruktur dengan capain SDGs.
- Energy and Climate Change (EC): Dengan menambah panel surya dan lampu LED maka akan membantu perkembangan Kampus
- Water n Waste: a. Air limbah wudhu digunakan untuk air kolam seperti lele atau nila dan mendirikan IPAL untuk irigasi tanaman kampus (penggunaan ulang air limbah / effluent IPAL), b. Memperbanyak tempat pemilahan dan pengolahan sampah (bank sampah, recycling center), c. Memaksimalkan pemantauan secara berkala dan penambahan SDM mahasiswa serta pelatihan untuk pengujian air serta memaksimalkan alat LAB.
- Transportation: a. Membuat program boncengan ke kampus (SAID NEBENG), b. Perbanyak penggunaan kendaraan umum, c. Memperbanyak sepeda kampus. d. Membuat konsep Bus Kampus.
- Education and Research: a. Sustainability sebenarnya belum terintegrasi dalam kurikulum, perlu diintegrasikan, b. Menyusun sistem IT terhadap seluruh hal yang berkaitan dengan education and research.

Dengan berkembangnya paradigma para tendik dan tenaga pengajar yang turut ikut dalam kesempatan perumusan ini maka diharapkan akan membuka kesempatan berubahnya pandangan bersama untuk membawa Kampus ini ke depan. "Tangguh Karena Bersama Kita Utuh". Jum'at-Minggu, 21-23 November 2025. (Nug/ Humas) Foto: Mastr/ Nugroho