
UIN SURAKARTA – Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) menjadi salah satu partisipan dalam kegiatan Forum Humas se-Jawa dan Madura 2025. Kegiatan kali ini digelar di Kediri pada Kamis—Jumat, 27—28 Oktober 2025 dengan tajuk "Sinkronisasi Tata Kelola Kehumasan PTKIN se-Jawa dan Madura Tahun 2025". Narasumber yang didatangkan adalah Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama Republik Indonesia (Biro HKP Kemenag), Dr. Thobib Al-Asyhar. Ia bertindak sebagai narasumber untuk memberikan pembinaan kepada seluruh Tim Humas yang hadir, termasuk Humas UIN Surakarta.
Tema materi yang disampaikan oleh Kabiro HKP Kemenag adalah “Menjadi Tim Humas Hebat”. Dalam materi ini, Dr. Thobib mengajak seluruh perwakilan Tim Humas yang hadir untuk mampu berpikir kreatif dalam memecahkan masalah. Ia bahkan mengajak seluruh Tim Humas untuk tidak hanya berpikir out of the box, tetapi juga berpikir no box. Dengan demikian, berbagai masalah yang dihadapi nantinya bisa terselesaikan dengan solusi yang tidak sekadar normatif.

“Kita sebagai humas memang harus benar-benar mampu membaca situasi dan kondisi apa yang terjadi di lembaga kita. Oleh karena itu, pemikiran yang kreatif dan out of the box benar-benar dibutuhkan oleh humas agar mampu memecahkan masalah dengan cara yang tidak biasa. Bahkan, kalau bisa kita harus berpikir no box agar tidak menjadi orang yang hanya normatif sehingga institusi kita tidak berkembang,” ucapnya.
Selain membahas soal cara berpikir kreatif, Kabiro HKP Kemenag menekankan ada enam hal yang perlu diingat sebagai nilai utama untuk membentuk sebuah tim yang hebat. Enam nilai utama tersebut adalah: 1) memiliki tujuan yang jelas; 2) menerapkan komunikasi efektif; 3) menumbuhkan rasa saling percaya; 4) menumbuhkan kolaborasi dalam tim tanpa ego; 5) mengembangkan sikap adaptif dan solutif; serta 6) menerapkan kepemimpinan inspiratif. Dengan menerapkan enam nilai utama ini, maka tim hebat yang diimpi-impikan bisa terwujud.
Poin selanjutnya yang disampaikan adalah berkaitan dengan tugas dan fungsi Humas yang ada di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Dr. Thobib menyampaikan bahwa Tim Humas yang ada di kampus harus mampu menjadi penghubung antara masyarakat dan kampus. Dengan demikian, PTKIN nantinya tidak hanya akan menjadi “Menara Gading”, tetapi bisa membumi dan berbaur dengan masyarakat. Humas diharapkan mampu menjalankan tugas ini agar PTKIN bisa semakin memberikan dampak positif kepada masyarakat.

“Humas di PTKIN itu memiliki tugas yang sangat penting dan krusial. Bisa diibaratkan Humas di PTKIN adalah telinga atau penghubung antara masyarakat dengan kampus. Humas harus bisa mengubah paradigma bahwa kampus hanya sebagai Menara Gading menjadi lebih membumi di dalam masyarakat. Dengan demikian, dampak positif yang nantinya diberikan oleh PTKIN bisa semakin terasa di tengah-tengah masyarakat. Untuk menjalankan semua tugas ini, Humas harus menjadi tim yang hebat,” lanjut Kabiro HKP Kemenag. (Zaki/Humas) Foto: Istimewa