Loading...

Hasil Kerja Berdampak, UIN Surakarta Launching Prodi S3 Studi Islam

1 Agustus 2025 15:47 WIB 150
Baca

UIN SURAKARTA – Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) terus menunjukkan komitmen dalam mengembangkan kelembagaan. Kali ini, UIN Surakarta telah resmi merilis program studi baru, yaitu Program Studi (Prodi) S3 Studi Islam pada Jumat (1/8/2025) di Kampus Pascasarjana UIN Surakarta di Pakis Klaten. Peresmian Prodi S3 Studi Islam kali ini dihadiri langsung oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A.. Selain itu, hadir juga Rektor UIN Surakarta, Prof. H. Toto Suharto, dan Direktur Pascasarjana UIN Surakarta, Prof. Islah.

Launching kali ini bertajuk “Jalan Baru Kajian Islam di Indonesia: Digital Islam, Post Colonialism, dan Kenusantaraan”. Rektor UIN Surakarta memberikan sambutan dengan mengucapkan selamat datang kepada Prof. Sahiron. Ia sangat senang Prof. Sahiron bisa menghadiri peluncuran Prodi S3 Studi Islam kali ini. Prof. H. Toto juga mengucapkan bahwa peluncuran prodi baru ini merupakan hasil kerja berdampak semua pihak.

“Selamat datang Direktur Diktis di Kampus Pakis! Terima kasih, ini adalah bentuk kerja berdampak kita semua. Semoga peluncuran prodi ini menjadi bagian dari pengembangan kelembagaan UIN Surakarta. Adanya Prodi S3 Studi Islam ini semoga menjadi berkah dan maslahat bagi kita semua sehingga UIN Surakarta senantiasa unggul,” ucapnya.

Setelah Rektor, Prof. Sahiron ikut memberikan sambutan sekaligus membahas sedikit mengenai Studi Islam. Isa sempat menyinggung bagaimana seharusnya seorang mahasiswa S3 berpikir dan menyusun penelitiannya. Guru Besar dalam bidang Ilmu Tafsir itu juga meminta kepada para calon mahasiswa S3 Studi Islam UIN Surakarta nanti mampu mencari tahu apa yang ada di belakang data dengan melakukan analisis kritis. Proses itu jelas berbeda jika dibandingkan dengan mahasiswa S1 dan S2.

“Dari sisi akademi, S1 menciptakan para sarjana yang mampu mendeskripsikan data-data yang ada secara akurat sebagai standar minimalnya. Sementara itu, S2 harus mampu menganalisis data dengan berbagai pendekatan sesuai dengan bidang yang ditekuni. Nah, untuk S3, harus mampu mencari tahu apa yang ada di belakang data itu dengan melakukan analisis kritis. Jadi, harus mendalam dan lebih dalam jika dibandingkan dengan penelitian S2,” ungkap Prof. Sahiron. Acara pun diakhiri dengan penandatanganan nota peresmian Prodi S3 Studi Islam oleh Rektor UIN Surakarta dan Direktur Diktis Kemenag RI. (Zaki/3S/Humas) Foto: Mastr/Zaki