UIN SURAKARTA- Rektor UIN Surakarta dengan tegas menegaskan kepada seluruh peneliti yang lolos dan mendapatkan pembiayaan untuk menindaklanjuti penelitian yang ditandatangani", ucapnya saat membuka Sosialisasi MoRa the AIR Funds, Senin (01/09/2025). Prof. Dr. KH. Toto Suharto, M.Ag juga mengingatkan kembali Asta Protas Kemenag RI agar tertanam dalam di benak peneliti.

Asta Protas Kemenag (Delapan Program Prioritas Kementerian Agama) adalah delapan program besar yang diluncurkan oleh Kementerian Agama RI untuk periode 2025-2029, yang bertujuan untuk menghadirkan program solutif dan berdampak langsung bagi masyarakat serta berkontribusi pada pencapaian Asta Cita dan program prioritas Presiden dan Wakil Presiden. Ke delapan program tersebut adalah Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan, Penguatan Ekoteologi, Layanan Keagamaan Berdampak, Mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi, Pemberdayaan Pesantren, Pemberdayaan Ekonomi Umat, Sukses Haji, dan Digitalisasi Tata Kelola.

Penelitian dan tindak lanjut dari penelitian adalah hal yang sustainabilit (berkelanjutan)", harapnya. Setelah diteliti, ada digitalisasi tata kelola (bisa berupa produk aplikasi), selanjutnya publikasi yang sustainabilit (berkelanjutan) itu", jelas ia.
Mengutip dan ingatkan kembali Asta Cita Kemenag RI, yakni:

Setelah membuka secara resmi kegiatan MoRa the AIR Funds tersebut, Prof. Toto juga mengucap selamat datang kepada para narasumber yang hadir. Kepada Bpk. Dr. Ruchman Basori, M. Ag dan Hendro Dwi Antor, S.H., C.Med., diucapkan selamat datang. Kegiatan yang telah digelar oleh Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) UIN Surakarta ini memang untuk mensosialisasikan beberapa penelitian yang telah lolos seleksi. Sehingga, harapan Rektor, ke depan dengan penelitian yang telah dikembangkan oleh para peneliti ini dapat mengembangkan Kampus UIN Surakarta menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat untuk masyarakat. (Nug/ Humas) Foto: Mg/ Nugroho