Loading...

Harus Ada Tindak Lanjut, Penelitian Akan Bermanfaat

1 September 2025 10:00 WIB 155
Baca

UIN SURAKARTA- Rektor UIN Surakarta dengan tegas menegaskan kepada seluruh peneliti yang lolos dan mendapatkan pembiayaan untuk menindaklanjuti penelitian yang ditandatangani", ucapnya saat membuka Sosialisasi MoRa the AIR Funds, Senin (01/09/2025). Prof. Dr. KH. Toto Suharto, M.Ag juga mengingatkan kembali Asta Protas Kemenag RI agar tertanam dalam di benak peneliti. 

Asta Protas Kemenag (Delapan Program Prioritas Kementerian Agama) adalah delapan program besar yang diluncurkan oleh Kementerian Agama RI untuk periode 2025-2029, yang bertujuan untuk menghadirkan program solutif dan berdampak langsung bagi masyarakat serta berkontribusi pada pencapaian Asta Cita dan program prioritas Presiden dan Wakil Presiden. Ke delapan program tersebut adalah Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan, Penguatan Ekoteologi, Layanan Keagamaan Berdampak, Mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi, Pemberdayaan Pesantren, Pemberdayaan Ekonomi Umat, Sukses Haji, dan Digitalisasi Tata Kelola.

Penelitian dan tindak lanjut dari penelitian adalah hal yang sustainabilit (berkelanjutan)", harapnya. Setelah diteliti, ada digitalisasi tata kelola (bisa berupa produk aplikasi), selanjutnya publikasi yang sustainabilit (berkelanjutan) itu", jelas ia.

Mengutip dan ingatkan kembali Asta Cita Kemenag RI, yakni:

  1. Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan
    Fokus pada peningkatan kualitas kerukunan, pengembangan moderasi beragama, dan pengembangan kurikulum yang menekankan cinta kemanusiaan serta penghargaan terhadap perbedaan.
  2. Penguatan Ekoteologi
    Mengembangkan pemahaman keagamaan tentang pentingnya merawat bumi, dengan inisiatif seperti penanaman satu juta pohon dan penggalangan wakaf pohon.
  3. Layanan Keagamaan Berdampak
    Memperkuat layanan keagamaan agar relevan dan memberikan dampak langsung, seperti penguatan Bimbingan Perkawinan, pembangunan KUA yang inklusif, dan penegakan keluarga maslahat.
  4. Mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi
    Meningkatkan mutu pendidikan agama agar lebih baik, ramah, dan terintegrasi dengan berbagai disiplin ilmu.
  5. Pemberdayaan Pesantren
    Memperkuat dan mengembangkan potensi pesantren.
  6. Pemberdayaan Ekonomi Umat
    Melalui optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan wakaf untuk memperkuat perekonomian umat.
  7. Sukses Haji
    Meningkatkan pelayanan haji dengan memperkuat ekosistem ekonomi haji, penerapan skema haji yang lebih efisien, dan transparansi daftar jemaah.
  8. Digitalisasi Tata Kelola
    Mengembangkan sistem digital untuk mengelola data keagamaan dan kebijakan secara terintegrasi, efisien, dan transparan untuk mempermudah pelayanan.

Setelah membuka secara resmi kegiatan MoRa the AIR Funds tersebut, Prof. Toto juga mengucap selamat datang kepada para narasumber yang hadir. Kepada Bpk. Dr. Ruchman Basori, M. Ag dan Hendro Dwi Antor, S.H., C.Med., diucapkan selamat datang. Kegiatan yang telah digelar oleh Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) UIN Surakarta ini memang untuk mensosialisasikan beberapa penelitian yang telah lolos seleksi. Sehingga, harapan Rektor, ke depan dengan penelitian yang telah dikembangkan oleh para peneliti ini dapat mengembangkan Kampus UIN Surakarta menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat untuk masyarakat. (Nug/ Humas) Foto: Mg/ Nugroho