Loading...

Gerakan Santri Menulis 2026, WR III: UIN Surakarta Harus Jadi Pusat Konten Dakwah

27 Februari 2026 12:27 WIB 107
Baca

UIN SURAKARTA – Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) berkesempatan untuk menggelar kegiatan yang sangat bermanfaat pada bulan Ramadan tahun ini. Pada Jumat (27/2/2026), UIN Surakarta berkesempatan untuk menggelar  Gerakan Santri Menulis 2026 Sarasehan Jurnalistik Ramadan 1447H bersama Suara Merdeka di Aula Sambernyawa Gedung Lembaga. Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa yang bertindak sebagai peserta. Selain itu, acara juga dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama (WR III), Dr. Abdulloh Faishol.

Tidak hanya hadir, WR III juga memberikan sedikit sambutan kepada seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan ini. Dalam sambutannya, Dr. Faishol berharap agar kegiatan ini mampu dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para peserta. Dengan demikian, kehadiran para peserta di bulan Ramadan ini bisa benar-benar berkah, bermanfaat, dan tidak sia-sia.

“Alhamdulillah, kegiatan Gerakan Santri Menulis ini bisa kita gelar di tengah bulan Ramadan. Harapannya, para peserta di sini bisa memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik mungkin. Dengan demikian, rasa lapar, haus, dan ngantuk ketika mengikuti kegiatan yang nantinya cukup panjang ini bisa benar-benar berkah, bermanfaat, dan tidak sia-sia,” ujar WR yang sering disapa Abah itu.

Selain itu, WR yang sering disapa Abah itu menyampaikan bahwa pelatihan ini tidak sekadar menjadi sarana peningkatan kemampuan, tetapi juga menjadi langkah awal bagi rencana kampus untuk menghasilkan para pembuat konten dakwah di media digital. Dr. Faishol berharap agar nantinya setelah pelatihan ini, para mahasiswa UIN Surakarta bisa menghasilkan konten dakwah yang positif di tengah merajalelanya konten negatif, khususnya di media sosial.

“Setelah pelatihan ini, kami harapkan para mahasiswa yang menjadi peserta di sini bisa menjadi pioneer untuk memproduksi konten-konten dakwah di media digital. Upaya ini kita lakukan untuk menghasilkan banyak konten positif demi mengimbangi konten negatif yang saat ini benar-benar sudah merajalela di media sosial. Kami ingin UIN Surakarta ini bisa menjadi pusat produksi konten-konten positif di media sosial,” ujar Abah. (Editor: Zaki) Foto: Ded/Ang/Dand