Loading...

Gelar Seminar Moderasi Beragama, UIN Surakarta Kedatangan Lukman Hakim Saifuddin

15 Oktober 2025 12:47 WIB 350
Baca

UIN SURAKARTA – Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) kembali menggelar kegiatan yang bertujuan untuk menambah wawasan seluruh mahasiswanya. Kali ini, kegiatan yang digelar adalah Seminar Moderasi Beragama dalam Perspektif Kebangsaan. Acara ini digawangi oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah (FIT) dan digelar di Ruang Teater Gedung SBSN Lt. 2 pada Rabu (15/10/2025). Seminar ini langsung diisi oleh pencetus istilah moderasi beragama, yaitu Dr. H. Lukman Hakim Saifuddin. Kedatangan Menteri Agama Republik Indonesia Periode 2014-2019 ini disambut langsung dengan hangat oleh Rektor UIN Surakarta, Prof. H. Toto Suharto.

Selain menyambut kedatangan Dr. Lukman, Rektor juga sempat memberikan sambutan sebelum acara seminar dimulai. Ia meminta kepada seluruh mahasiswa yang hadir dalam acara ini untuk benar-benar menyimak materi yang  disampaikan. Pasalnya, para beruntung karena bisa menerima materi tentang konsep moderasi beragama langsung dari pencetusnya. Rektor Toto juga berharap agar nantinya moderasi beragama ini tidak hanya menjadi materi, tetapi bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalian sangat beruntung karena bisa langsung menerima materi tentang moderasi beragama dari pencetus konsepnya. Kegiatan ini nantinya diharapkan mampu mendukung lahirnya lulusan UIN Surakarta yang benar-benar cinta kepada NKRI. Dengan demikian, konsep moderasi beragama itu nantinya tidak sebatas teori, tetapi juga bisa dipraktikkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan masyarakat Surakarta,” ucapnya.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Rektor, Dr. Lukman menyebut bahwa Indonesia ini merupakan negara yang unik. Tidak ada negara lain di dunia yang mampu menyaingi Indonesia dalam keberagaman dan keberagamaan. Hal ini tentu menjadi sesuatu yang harus bisa dipahami sebaik mungkin oleh seluruh masyarakat, khususnya mahasiswa, yang nantinya akan menjadi calon penerus pemimpin bangsa. “Indonesia ini unik. Tidak ada satu negara pun di dunia ini yang memiliki keberagaman dan keberagamaan seperti Indonesia. Oleh karena itu, hal ini perlu kita pahami bersama agar moderasi beragama bisa terwujud di masyarakat. Dengan demikian, kerukunan antarumat beragama khususnya, bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya. (Zaki/Humas) Foto: Groho