Loading...

Gelar Diskusi Interaktif, Kemahasiswaan UIN Surakarta Ajak Mahasiswa Ber-Moderasi Beragama Sehari-hari

27 Oktober 2025 14:03 WIB 138
Baca

UIN SURAKARTA - Menjadi bagian dari satuan kerja Kementerian Agama RI yang menjadikan Moderasi Beragama (MB) sebagai salah satu prioritas kementerian, UIN Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) melakukan berbagai hal untuk lebih membumikan MB ke seluruh sivitas akademikanya. Tak terkecuali bagian kemahasiswaan yang menggandeng pihak luar dalam melakukan pemahaman tentang pentingnya MB bagi kalangan kampus, utamanya para mahasiswa.

Berlangsung sehari (Senin, 27/10/2025), bertempat di ruang mini teater Gd. Unit Pengembangan Bahasa di komplek UIN Surakarta kampus Pucangan Kartasura, digelar acara diskusi interaktif. Mengundang narsum dari kalangan influencer, kegiatan diskusi yang diikuti oleh para anggota ormawa dan pembinanya berlangsung dengan penuh antusiasme. Dimoderatori oleh simpul rahima Jawa Tengah, kegiatan ini berlangsung sangat menyenangkan namun penuh dengan insight yang mencerahkan. 

Dalam sambutannya saat membuka acara tersebut, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Alumni dan Kerjasama, Dr. Abdullah Faisol memaparkan bahwa alumni perguruan tinggi keagamaan harus menjadi garda terdepan dalam menyebarkan Islam yang ramah, bukan yang menghakimi atau memecah belah.  "UIN Surakarta memiliki keragaman background mahasiswa, ada dari luar negeri yang memiliki pemahaman terkait cara beribadah mereka, dari hal kecil kita bisa terbuka dengan perbedaan ini" lanjuta Faisol. Pejabat yang akrab dipanggil Abah ini juga mengajak para peserta untuk menjadikan sikap santun dan berperilaku moderat sebagai identitas diri, baik di dunia maya maupun nyata. "Bersikap baik akan mendatangkan banyak teman dan kebermanfaatan. Tidak ada alasan untuk menyakiti orang lain, meskipun hanya lewat ketikan jari" tambahnya. Menurut WR III, acara ini menjadi sangat penting karena membekali civitas akademika, khususnya mahasiswa dan pembina ormawa, dengan pemahaman yang mendalam serta praktik nyata dalam menerapkan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari dan di ruang digital.

Dalam paparannya, narsum yang sekaligus adalah influencer Kalis Mardiasih menyoroti pentingnya sikap moderat dan inklusif dalam menghadapi keragaman, terutama di era informasi yang serba cepat. Ia menekankan bahwa tantangan terbesar moderasi beragama saat ini seringkali muncul di ruang digital. "Moderasi beragama bukan hanya tentang toleransi antar-agama, tetapi juga tentang bagaimana kita bersikap di media sosial. Ujaran kebencian (hate speech) dan sikap ekstrem seringkali bermula dari komentar yang tidak disaring," ujar Mardiasih. Dirinya membuka ruang diskusi interaktif dengan semua peserta agar pemahaman tentang MB bisa masuk di semua sivitas akademika khususnya yang mengikuti acara ini. (Tris/Humas) Foto : Kmhs/Istimewa