UIN SURAKARTA - Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Surakarta secara resmi membuka penyelenggaraan kegiatan sertifikasi pembimbing ibadah haji dan umrah, (Jum'at, 10/7/2026). Kali ini, FUD UIN Surakarta bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah membuka kegiatan sertifikasi di Asrama Haji Donohudan Boyolali. Setidaknya ada sekitar 55 terdaftar sebagai peserta kegiatan sertifikasi kali ini namun ada satu orang yang berhalangan hadir karena sesuatu hal. Hal ini disampaikan oleh Dr. Kholilurrohman selaku Dekan FUD UIN Surakarta.

"Alhamdulillah ini yang kedua kalinya kami menyelenggarakan sertifikasi semacam ini" ungkap Dr. Kholilurrohman. "Oleh karena itu kami sengaja batasi sebanyak 50-an orang" tambahnya. Menurut Dr. Khlolil, jika tidak dibatasi maka akan menjadikan kurang efektif. "Jika terlalu banyak peserta akan jadi tidak efektif kelasnya", imbuh ia. Dirinya juga berharap agar seluruh peserta selalu menjaga kesehatan, baik selama mengikuti sertifikasi ini maupun saat mendapingi jamaah di tanah suci besok. "Tolong jaga kesehatan karena pembimbing akan mengesahkan ibadah para jamaah* harap Dekan. Di akhir sambutannya, Dekan FUD berdoa agar semua bisa lulus dan menjadi pembimbing haji yang sesuai dengan syariat.
Dalam pernyataan seremonial kegiatan sebelumnya, Zaenal Mutaqqin, PhD melaporkan bahwa FUD sudah pernah menyelenggarakan kegiatan serupa. Namun ada yang beda untuk kali ini, yaitu pada kegiatan yang akan dilaksanakan mulai sore ini (Jum'at, 10/7/2026) sampai Jum'at depan (17/7/2026) seluruhnya dilaksanakan oleh Tim dari FUD. Hanya saja tempatnya kali ini bekerjasama dengan Asrama Haji Donohudan, Boyolali", pungkas ia.


Di akhir pembukaan, Rektor UIN Surakarta, Prof. Toto Suharto menegaskan kembali 3 hal yang harus diperhatikan oleh seluruh peserta dalam kegiatan ini. "Saya berharap semoga semua bisa lulus sertifikasi" kata Rektor seraya menjelaskan bahwa kegiatan ini sudah memiliki landasan adanya MoU (Memorandum of Understanding) antara UIN Surakarta dengan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Selanjutnya Rektor juga mengingatkan bahwa untuk menjadi pembimbing haji, maka setiap pribadi harus memiliki integritas, memiliki kompetensi profesional, serta memiliki kemampuan khusus (special skill) agar lebih siap saat menghadapi situasi dan kondisi saat membimbing jamaah. "Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut kedepannya" pungkas Rektor. Seraya mengalungkan tanda peserta sebagai simbolis pembukaan kegiatan, Rektorpun berpesan untuk menjaga diri baik-baik dan bisa berkumpul dengan keluarga dalam keadaan baik", ucapnya. (Editor: Nug/Humas) Foto: Nug/Hfz/Humas
FUD UIN Surakarta Resmi Buka Sertifikasi Haji dan Umrah, Ini Yang Kedua.
5 jam yang lalu - UmumDisaksikan 100 Perguruan Tinggi, UIN Surakarta Bangun Kerjasama bersama PERADI Profesional
2 hari yang lalu - Umum