
UIN SURAKARTA – Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sebagai kampus dengan standarisasi internasional. Salah satunya adalah dengan memberikan fasilitas kepada para mahasiswa asing yang berkuliah di UIN Surakarta. Fasilitas yang diberikan adalah pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Untuk menyambut fasilitas tersebut, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa UIN Surakarta menggelar Focus Group Discussion Penyusunan Bahan Pengayaan BIPA Bermuatan Lokal yang digelar di Ruang Mini Teater Gedung Pusat Bahasa Lt. 1 pada Senin (6/4/2026).
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari dua kegiatan sebelumnya yang bertujuan untuk menyusun buku dan panduan bagi para mahasiswa asing yang belajar bahasa Indonesia di UIN Surakarta. Kegiatan langsung dibuka oleh Rektor UIN Surakarta, Prof. H. Toto Suharto, yang juga sedikit memberikan sambutan kepada para peserta yang hadir. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa UIN Surakarta saat ini telah menarik minat banyak mahasiswa asing. Oleh karena itu, BIPA UIN Surakarta harus terus dimaksimalkan dan digalakkan. Terlebih lagi, tren studi Islam yang semakin ke sini diprediksi akan bergeser dari Timur Tengah ke Indonesia.
“Saat ini, UIN Surakarta telah menarik banyak minat dari calon mahasiswa asing dari berbagai negara. Apalagi saat ini tren dan pusat studi Islam kemungkinan akan beralih dari Timur Tengah ke Indonesia. Oleh karena itu, dalam beberapa tahun ke depan kita akan kedatangan banyak mahasiswa asing. Hal ini tentu menjadi PR kita bersama untuk menggalakkan BIPA ini di kalangan mahasiswa asing UIN Surakarta,” ucapnya.

Rektor menekankan bahwa BIPA UIN Surakarta jangan hanya berfokus mengajarkan bahasa Indonesia kepada para mahasiswa asing, tetapi juga harus mengenalkan budaya lokal. Para pengajar BIPA di UIN Surakarta nanti diharapkan ikut memperkenalkan tentang budaya dan tradisi yang ada di Indonesia, khususnya Surakarta. Dengan demikian, mahasiswa asing di UIN Surakarta tidak hanya belajar bahasa Indonesia, tetapi juga mampu mengetahui tradisi keislaman dan adat istiadat di Indonesia.
“Seluruh mahasiswa asing di UIN Surakarta nantinya jangan sampai hanya belajar tentang bahasa Indonesia, tetapi juga tentang budaya dan tradisinya, khususnya di Surakarta. Jadi, nanti saat mereka kembali ke negaranya masing-masing, mereka juga memperkenalkan tentang tradisi keislaman dan adat istiadat yang ada di Indonesia ke negara mereka. Dengan demikian, budaya Indonesia bisa terkenal sampai ke seluruh dunia,” pungkasnya. (Editor: Zaki) Foto: Zaki/Dand
100 Calon Mahasiswa Internasional UIN Surakarta Lolos Tahap Akhir Seleksi
17 jam yang lalu - Umum