Loading...

Dyiah Alfina Mudawamah Mahasiswi PBA FIT UIN Surakarta Sukses Menadzomkan Kitab Taqrīb Sesuai Ilmu Arudl

2 Februari 2026 07:00 WIB 301
Baca

UIN SURAKARTA- Dyiah Alfina Mudawamah N merupakan mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. Ia aktif dalam pengembangan kajian bahasa Arab dan fiqih, khususnya dalam tradisi keilmuan Mazhab Syafi’i. Karyanya berjudul Mandzumah Mudawamah Fiil Fiqh Syafi’iyyah Ila Ghoyah wa Taqrib disusun sebagai kontribusi akademik dalam pengemasan materi fiqih secara sistematis dan mudah ditransmisikan melalui tradisi nazhom.  Sejak awal, karya ini diniatkan oleh penulis sebagai ikhtiar ilmiah yang memiliki legitimasi ushuliyyah dan kejelasan manhaj ta’lifi, bukan sekadar sebagai ekspresi sastra atau perangkat hafalan. Latar belakang penyusunan nadzom ini berangkat dari realitas pedagogis bahwa fiqih, sebagai ‘ilm ‘amali normatif, sering kali menghadirkan jarak kognitif bagi pembelajar pemula. Oleh karena itu perlu adanya suatu metode yang mengantarkan kita memasuki gerbang ilmu fiqh yang lebih dalam lagi. Karya dengan jumlah 1.050 nadzom yang diterbitkan oleh Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Al Mustainiyyah Surakarta Press ini diharapkan mampu menjadi problem solving dari persoalan tersebut, pesantren tempatnya belajar sekarang.

Gambar: Foto 1.050 Nadhom Dyiah Alfina. MN. Mahasiswi PBA FIT UIN Surakarta, Senin, 02/02/2026.

Adapun الجِدّة العلمية  dan keunggulan utama karya ini terletak pada pendekatan عروضية  dalam penyusunan nadzom. Berbeda dengan tradisi nadzom fiqih yang umumnya disusun dalam satu بحر tertentu, karya ini secara sadar menggunakan lebih dari satu بحر yang mana variasi ini tidak dimaksudkan sebagai ornamen estetika semata, melainkan sebagai pengelolaan ritme ilmiah yang menyesuaikan kepadatan materi fiqih pada masing-masing bagian. Pandangan ini sejalan dengan temuan Prof. John Hattie melalui kajian visible learning yang menunjukkan bahwa variasi strategi penyajian materi memiliki dampak signifikan terhadap keterlibatan belajar dan penguatan retensi pengetahuan.

Mandẓūmah yang telah memiliki ISBN 978-602-8552-33-2 ini disusun dengan menjaga kesetiaan struktural terhadap teks asli Matan Taqrīb, sehingga setiap bait merepresentasikan satu unit konsep fiqih secara runtut dan koheren. Orientasi kebermanfaatannya diarahkan sebagai penguat pembelajaran fiqih dasar di lingkungan pesantren dan pendidikan Islam, berfungsi sebagai pendamping teks prosa, bukan pengganti. Dengan kesadaran atas keterbatasan yang ada, penulis menempatkan karya ini dalam tradisi al-‘ilm al-qābil li al-naqd wa al-taḥsīn, terbuka terhadap koreksi, tashih, dan pengembangan lanjutan.

Dyiah Alfina saat ini juga menjalani pendidikan kepesantrenan di Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Al-Mustainiyyah Surakarta di bawah asuhan Dr. KH. Ahmad Muhammad Mustain Nasoha. Selain itu, ia tercatat sebagai pengajar Kitab Zād al-Sālik Syarḥ Alfiyyah Ibn Mālik di Madrasah Diniyyah Wusthā Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta. Prestasi akademik dan keilmuannya antara lain Juara 1 Musabaqah Qirā’at al-Kutub (MQK) Piala Rektor UIN Surakarta Tahun 2025 dan Juara 3 Musabaqah Ḥifẓ al-Qur’an (MHQ) tingkat Kota Surakarta pada tahun yang sama. Pada awal tahun 2026, ia juga telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz yang ditandai dengan simā‘an kubrā.

Lebih dari sekadar capaian personal, karya ini diharapkan menjadi pemantik kesadaran akademik bagi mahasiswa UIN Surakarta dan perguruan tinggi Islam pada umumnya, agar berani meneladani tradisi ulama klasik dalam melahirkan karya berbasis turāṡ Islāmī. Mandẓūmah ini menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen ilmu, tetapi juga produsen pengetahuan yang mampu mengemas khazanah fiqih klasik secara kreatif, sistematis, dan bertanggung jawab, sehingga budaya akademik kampus dapat tumbuh selaras dengan ruh pesantren: menjaga kesinambungan warisan keilmuan Islam sekaligus menghidupkannya agar tetap relevan dan transformatif di tengah tantangan zaman. (Editor: Nug/Mastr) Foto: Dandy/Nug