Loading...

Diikuti 32 PT, PKDP 2025 Diselenggarakan UIN Surakarta Resmi Dibuka

19 Juli 2025 11:34 WIB 430
Baca

UIN SURAKARTA - Untuk kesekian kalinya Universitas Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) menjadi penyelenggara Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP). Acara yang diikuti oleh 274 peserta yang berasal dari 32 Perguruan Tinggi se-Indonesia ini baru saja dibuka secara online pagi ini Sabtu (19/7/2025). Acara pembukaan juga diikuti oleh seluruh tutor yang berjulah 83 orang dan para pimpinan Perguruan Tinggi yang mengirimkan pesertanya. 

Dalam sambutannya saat membuka acara PKDP ini, Rektor UIN Surakarta Prof. Toto Suharto memberikan semangat kepada seluruh peserta. Prof. Toto sembari mengingatkan bahwa kegiatan PKDP ini akan berlangsung selama sekitar 3 minggu yang terbagi dalam 3 batch dengan masing-masing batch selama 6 hari. "Bapak dan Ibu sekalian akan mengikuti kegiatan dari mulai tanggal 21 Juli sampai 2 Agustus 2025. Untuk itu tetap jaga semangatnya dan jaga kesehatannya." Lebih lanjut Prof. Toto juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting mengingat Sertifikat PKDP akan menjadi syarat untuk mengikuti sertifikasi dosen di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK). 

Pelaksanaan PKDP kali ini menggunakan skema ISC (In Service Course) I yang dilakukan secara offline, dilanjutkan dengan OJC (On the Job Course) yang dilakukan secara online, dan skema ISC II yang juga dilakukan secara online. Keseluruhan peserta dalam kegiatan ini wajib mengikuti kegiatan mulai dari pembukaan hingga akhir dan melengkapi seluruh penugasan yang diberikan. Sebagai penyelenggara, UIN Surakarta berkomitmen untuk bisa memberikan pelayanan yang profesional yang sesuai dengan kode etik yang ada. 

Di sela mengikuti pembukaan PKDP secara online, Dr. Hafidah selaku Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Surakarta mengatakan bahwa PKDP adalah salah satu gerbang mencetak Dosen Profesional, "Dosen Profesional adalah dosen yang memiliki kompetensi pedagogik profesional pribadian dan sosial dalam menjalankan kerjasama perguruan tinggi." Meski demikian, lanjut Hafidoh pada tataran praktis ketika input dosen yang tidak memiliki kemampuan how to teach (cara mengajar - red.) yang memadai dari perencanaan, pelaksanaan, proses dan penilaian hasil pembelajaran hingga adaptasi IT untuk meningkatkan kualitas pembelajaran; maka program peningkatan kompetensi dasar pemula ini penting untuk dilaksanakan untuk memberikan bekal kepada para dosen dosen muda PTK dalam memenuhi kompetensi-kompetensi tersebut. Hafidah juga menegaskan bahwa selain kompetensi mengajar,  dosen juga harus memiliki kemampuan menulis dan publikasi hasil penelitian maupun pengabdian kepada masyarakatnya. "Dengan demikian desain program peningkatan kompetensi desain pemula ini mencakup penguatan pedagogik dan juga meningkat penguatan kompetensi riset maupun penulisan dan publikasi artikel ilmiah" pungkas Hafidoh. (Tris/Humas) Foto/Ilustrasi : Angga/Ary