Loading...

Dewas BLU UIN Surakarta Bahas Hal Ini Dalam Rapat

31 Maret 2026 10:00 WIB 129
Baca

UIN SURAKARTA – UIN Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) terus menggodok berbagai langkah strategis dalam rangka mengimplementasikan sistem remunerasi sebagai bagian dari transformasi menuju Badan Layanan Umum (BLU) yang seutuhnya. Hal ini terungkap dalam rapat hybrid para pengelola keuangan dengan Dewas (Dewan Pengawas) BLU UIN Surakarta pagi ini (Selasa, 31/3/2026) di Ruang Rapat Utama Gd. Rektorat kampus Pucangan Kartasura. Saat memberikan arahan, Rektor, Prof. Toto Suharto menegaskan bahwa UIN Surakarta akan melaksanakan amanat pemerintah untuk segera menerapkan BLU yang salah satunya adalah dengan sistem remunerasi yang terencana dan terukur. "Kita akan terapkan amanat pemerintah terkait BLU" kata Rektor. Pihaknya juga meminta arahan kepada Ketua Dewas (Dewan Pengawas) BLU UIN Surakarta, Prof. Sahiron, guna memastikan pencapaian remunerasi berjalan optimal. Rektor juga sempat menyinggung tentang beberapa temuan dalam pemeriksaan oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) RI dan pentingnya segera menyusun bersama terkait penunjang akademik, tarif BLU, dan peningkatan kualitas layanan serta output institusi.

Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Dr. Raden Lukman Fauroni, menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan remunerasi, UIN Surakarta telah menyiapkan berbagai upaya strategis khususnya dalam melakukan pengembangan usaha-usaha BLU, peningkatan kerja sama kemitraan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta penguatan fasilitas kampus. Selain itu juga pelaksanaan implementasi program kerja dalam berbagai kegiatan penunjang lainnya. 

Menanggapi hal yang disampaikan oleh Rektor dan WR II, Ketua Dewas Prof. Sahiron, menegaskan bahwa seluruh temuan dari BPK harus segera ditindaklanjuti secara serius dan sistematis. Ia juga mendorong penyusunan Surat Keputusan kolektif terkait sistem remunerasi berbasis zonasi, serta pengembangan grading yang kompetitif guna mendorong kinerja yang lebih profesional. Sementara anggota Dewas, Cahyana Ahmadjayadi, menambahkan bahwa temuan BPK dan pengawasan eksternal perlu dipahami dalam kategori signifikan dan minor, yang keduanya harus diperhatikan dengan seksama. Ia juga menekankan pentingnya merancang implementasi remunerasi yang ideal, serta mengusulkan pembangunan study center dengan mempertimbangkan pemanfaatan aset, aspek akademik, dan minat program studi, yang memerlukan pembahasan lanjutan secara lebih mendalam. Anggota Dewas lainnya, Sunaryo, menekankan bahwa temuan administratif dari BPK perlu segera diselesaikan karena termasuk kategori ringan namun berdampak penting. Ia juga mendorong percepatan finalisasi aset sebagai bagian dari kesiapan BLU, serta memastikan seluruh proses pengadaan barang dan jasa berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Saat ini tantangan dalam manajemen BLU, khususnya dalam memastikan sistem remunerasi mampu memenuhi kebutuhan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan infrastruktur. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang matang, termasuk perlunya melakukan benchmarking dengan institusi sekelas, penerapan keadilan profesional, serta upaya menjaga agar kebijakan remunerasi tetap stabil dan tidak menurun dari tahun ke tahun. Semua pihak yang hadir dalam rapat kali ini menyepakati untuk secara bersama-sama menekankan pentingnya membangun kepercayaan masyarakat melalui peningkatan kualitas layanan dan penguatan branding institusi. Dengan adanya hal tersebut, maka diharapkan kepercayaan masyarakat semakin meningkat demi kemajuan pendidikan yang ada di UIN Surakarta (Editor: Deddy/Tris) Foto: Deddy