
UIN SURAKARTA — UIN Raden Mas Said Surakarta kembali membuktikan peran pentingnya dalam melahirkan generasi intelektual Muslim yang tak hanya berprestasi secara akademis, namun juga sanggup memberikan jawaban nyata atas berbagai tantangan kebangsaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembinaan 11 calon peneliti Tafsir Ayat-ayat Konstitusi yang disiapkan untuk kelak berkiprah di lingkungan pemerintahan maupun tengah-tengah masyarakat.
Program ini digagas oleh UKM JQH UIN Surakarta bidang Tafsir sebagai bagian dari upaya memperkuat tradisi keilmuan, budaya riset, dan kaderisasi intelektual yang peka terhadap kebutuhan zaman. Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut, Direktur Pusat Studi Konstitusi dan Hukum Islam Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta (PUSKOHIS), Dr. KH. Ahmad Muhamad Mustain Nasoha. Beliau memberikan penguatan mendalam tentang pentingnya membaca dan memahami ayat-ayat Al-Qur'an dari sudut pandang konstitusi, keadilan, kepemimpinan, amanah, serta tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Yang patut diapresiasi, kegiatan pengkaderan ini bukan sekadar acara sesekali saja. Program ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin di Masjid Ibadurrahman UIN Raden Mas Said Surakarta, sehingga proses pembinaan berlangsung secara berkesinambungan, terstruktur, dan dapat diukur hasilnya dalam mencetak peneliti tafsir yang benar-benar mumpuni.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta dibekali dengan pendekatan terpadu yang memadukan kekayaan khazanah tafsir klasik dengan realitas kehidupan masa kini. Mereka tidak hanya diajak memahami teks secara harfiah, melainkan juga dibimbing untuk mampu mengontekstualisasikan nilai-nilai Al-Qur'an dalam dinamika hukum, kehidupan sosial, dan tata kelola negara modern. Pendekatan semacam inilah yang menjadi kunci dalam melahirkan generasi peneliti tafsir yang tidak terpaku pada formalitas normatif semata, tetapi mampu menghadirkan solusi konkret bagi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dalam rangka memperkuat kapasitas intelektual para peserta, terdapat lima kitab tafsir yang menjadi rujukan utama kajian, yaitu Tafsir An-Nukat wal 'Uyun, Tafsir Baidhowi, Tafsir Zadul Masir, Tafsir Sowi, dan Tafsir Bahrul Muhit. Kelima karya monumental ini mencerminkan kedalaman metodologi dan luasnya cakrawala pandang para ulama dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an, termasuk yang berkaitan dengan prinsip-prinsip konstitusi serta kehidupan bernegara.

Lebih dari sekadar kegiatan yang bersifat akademis, program ini memiliki urgensi yang sangat relevan dalam merespons tantangan masyarakat modern yang kian kompleks. Di tengah maraknya krisis moral, goyahnya orientasi nilai, serta mendesaknya kebutuhan akan sistem hukum dan pemerintahan yang adil, kehadiran para kader yang mampu membaca Al-Qur'an secara kontekstual menjadi kebutuhan strategis yang tidak bisa lagi ditunda-tunda.
Dalam konteks inilah, UIN Raden Mas Said Surakarta menegaskan jati dirinya bukan sekadar sebagai lembaga pendidikan biasa, melainkan sebagai penggerak transformasi sosial dan kebangsaan. Kaderisasi peneliti Tafsir Ayat-ayat Konstitusi ini merupakan bukti nyata kontribusi kampus dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjembatani nilai-nilai wahyu dengan sistem konstitusi negara, sehingga menghasilkan perspektif keilmuan yang utuh, moderat, dan solutif.
Dr. KH. Ahmad Muhamad Mustain Nasoha dalam pemaparannya menegaskan bahwa kajian Tafsir Ayat-ayat Konstitusi merupakan ladang strategis dalam membangun peradaban bangsa. Menurutnya, para kader yang terlahir dari proses pembinaan ini diharapkan tidak hanya menjadi ahli tafsir dalam pengertian klasik, tetapi juga mampu tampil sebagai pemikir, analis kebijakan, dan agen perubahan yang membawa nilai-nilai keadilan, amanah, serta kemaslahatan ke dalam ruang publik.
Dengan demikian, program ini sejatinya merupakan bagian dari investasi intelektual jangka panjang demi membangun bangsa yang berakar pada nilai-nilai Qur'ani, konstitusional, dan berkeadilan. Melalui langkah nyata ini, UIN Raden Mas Said Surakarta mempertegas komitmennya untuk terus hadir sebagai solusi atas berbagai tantangan zaman, sekaligus berperan sebagai pilar dalam mencetak generasi pemimpin masa depan yang berintegritas, berilmu, dan selalu berorientasi pada kemaslahatan bersama. (Editor: Zaki) Foto: Zaki/Istimewa
UIN Surakarta Borong Tiga Penghargaan pada Arjuna Awards KPPN Surakarta 2026
Kemarin - Prestasi