
UIN SURAKARTA – Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) terus mendukung kegiatan keilmuan di lingkungan kampus. Kali ini, UIN Surakarta lewat Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) mengadakan kegiatan Konsorsium Keilmuan pada Rabu (22/4/2026) bertempat di Ruang Rapat Gedung FUD Lantai 2. Dalam kegiatan ini, Dr. Ari Hikmawati menjadi pemantik diskusi dengan menyampaikan materi berjudul Analisis Semiotika Roland Barthes dalam Penafsiran Al-Qur’an: Mengurai Makna Denotasi, Konotasi, dan Mitos dalam Ayat-Ayat Suci.
Dalam pemaparannya, Dr. Ari menyampaikan bahwa proses diskusi ini berlangsung karena ada latar belakang bahwa Al-Qur’an sebagai teks suci memiliki kekayaan makna yang dinamis. Oleh karena itu, analisis semiotika diperlukan untuk menggali makna yang lebih dalam. Adapun teori yang digunakan adalah analisis semiotika Roland Barthes, yang merupakan pengembangan teori semiotika Ferdinand de Saussure. Ia fokus dalam membaca bagaimana semiotika menyampaikan makna dalam budaya. Menurut Dr. Ari, analisis semiotika Roland Barthes ini cocok untuk mencari makna sebenarnya di balik teks Al-Qur’an.
“Sejauh ini, Al-Qur’an kerap kali dimaknai secara literal atau tekstual. Hal ini membuat kita terkadang sembarangan menerapkan perintah Allah SWT tanpa melihat makna yang ada di baliknya. Analisis semiotika dari Roland Barthes inilah yang saya rasa bisa menjadi alat bantu tersendiri dalam memaknai ayat Al-Qur’an secara menyeluruh,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan (WR I), Prof. Zainul Abas, yang juga merupakan dosen di FUD, menyampaikan dukungannya atas kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan-kegiatan konsorsium keilmuan seperti ini harus terus dilestarikan. Pasalnya, proses diskusi keilmuan sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan iklim ilmiah, baik antardosen maupun antara dosen dan mahasiswa.
“Kegiatan konsorsium keilmuan seperti ini memang harus terus didukung dan dilestarikan. Kampus tentu akan mendukung adanya kegiatan diskusi ilmiah seperti ini. Diskusi keilmuan memang sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan iklim ilmiah di dalam kampus, entah itu antardosen maupun antara dosen dan mahasiswa. Dengan demikian, UIN Surakarta bisa terus maju dalam hal keilmuan,” ujar Prof. Abas saat dihubungi Tim Humas via pesan singkat. (Editor: Zaki) Foto: Zaki/Istimewa
UIN Surakarta Borong Tiga Penghargaan pada Arjuna Awards KPPN Surakarta 2026
Kemarin - Prestasi