Loading...

AICIS+2025 Dibuka Meriah Luar Biasa

29 Oktober 2025 10:10 WIB 472
Baca

UIN SURAKARTA- (AICIS+) Tahun 2025 atau The Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) memanglah plus. Karena sengaja dengan "(plus)" kemeriahan yang luar biasa. Pertama, Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Dan kedua, Gelaran kegiatan Annual International Conference on Islam, Science and Society (AICIS+) 2025 yang merupakan tonggak baru dalam perkembangan studi Islam global. 

Ketiga, dalam pembukaannya, Rektor UIII,  Jamhari Rabu (29/10/2025), juga menyampaikan bahwa AICIS+ 2025 bukan hanya sebuah konferensi akademik seperti biasanya, melainkan juga sebuah ruang kolaborasi yang hidup yang dijalani. "Kehadiran para pembicara dan akademisi ini merepresentasikan komitmen AICIS+ 2025 untuk menyajikan analisis komparatif yang komprehensif tentang perkembangan pemikiran Islam di berbagai belahan dunia,” imbuhnya.

Meriahnya sungguh luar biasa. Kedatangan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Prof Amien Suyitno, saat itu juga menegaskan bahwa AICIS+ 2025 menjadi momentum strategis untuk meneguhkan peran Islam dalam sains dan kemanusiaan. “Kementerian Agama berkomitmen menjadikan AICIS+ bukan hanya sekadar forum ilmiah, tetapi wadah pertemuan gagasan antara tradisi keilmuan Islam dan inovasi global. Inilah wajah Islam Indonesia yang moderat, terbuka dan solutif,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Prof Sahiron mengatakan, AICIS+ 2025 dapat memperluas horizon berpikir akademisi kita. Ini adalah ruang di mana para ilmuwan Muslim dan non-Muslim berdialog secara setara untuk membangun dunia yang berkeadilan, berkelanjutan, dan beradab," imbuhnya.



Ketua Steering Committee AICIS+ 2025, Prof Amsal Bakhtiar, menegaskan bahwa konferensi ini adalah ruang dialog yang penting antara ilmu, iman, dan masa depan manusia. “Keunikan AICIS+ 2025 terletak pada kemampuannya mempertemukan tradisi keilmuan Timur dan Barat. Diharapkan ini akan membangun ruang dialog yang produktif antara nilai-nilai spiritual dan pendekatan ilmiah modern untuk menjawab tantangan global,” imbuhnya.

Secara teknis memanglah sangat luar biasa, karena acara ini bukan hanya mempertemukan para akademisi dunia yang mempunyai inovasi global, namun juga tetap solutif untuk menjawab permasalahan masa kini. Selain itu, tata cahaya yang digunakan saat opening ceremony juga meriah luar biasa. Juga pun kegiatan ini dilaksanakan di atas wilayah kampus UIII seluas 142 hektar dengan arsitek bangunan yang juga luar biasa inovatif. (Nug/Humas) Foto: Zaky/Mastr/Ang/Groho/DD