Loading...

Sekjen Kemenag RI Bagikan Tips Hadapi Tantangan Di Era Digital

27 Juli 2022 00:00 WIB 76
Baca

SINAR-  Rabu (27/7), Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta melalui bagian Akademik dan Pengembangan Lembaga mengadakan Public Lecture bertajuk Tantangan Perguruan Tinggi Keagamaan di Era Digital. Acara yang berlangsung di ruang siding senat tersebut, dihadiri seluruh jajaran pimpinan mulai dari wakil-wakil rektor, para dekan dan wakilnya, ketua upt maupun lembaga, ketua program studi (prodi), juga para dosen.

Prof. Dr. H. Mudofir, S.Ag., M.Pd. selaku Rektor menyampaikan terimakasih kepada Sekretaris Jendral (Sekjen) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) Prof. Dr. H. Nizar Ali, M. Ag. Yang telah berkenan hadir memberikan public lecture di UIN RM Said Surakarta. Selanjutnya Prof. Dr. H. Mudofir menyampaikan bahwa di era digital seperti saat ini, tugas dan tantangan menanti di depan mata. Salah satu tugas Perguruan Tinggi Keagamaan dibawah naungan Kementerian Agama mempunyai tugas dan fungsi yang berat dalam mempersiapkan calon generasi penerus bangsa terlebih di era digital.

Untuk itu kita harus mempersiapkan dan mengembangkan prodi-prodi umum seluas-luasnya meski hanya 40% kuotanya. Negara ini terus menantikan kiprah dari output-output, alumni-alumni PTKIN yang berkontribusi reel kepada bangsa dan Negara dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045, ungkapnya.

Disisi lain Prof. Dr. H. Nizar Ali, M. Ag. menjelaskan, setidaknya ada 4 hal yang harus dilakukan dalam menghadapi era digital. Pertama yaitu infrastuktur teknologi yang memadai, untuk apa kita bicara panjang lebar tetapi ternyata speed internetnya lambat, servernya sering down maka harus dibenahi dulu infrastukturnya, terangnya.

Kedua, setelah infrastuktur maka sumber daya manusia yang harus di upgrade ilmunya, harus melek teknologi, karena zaman sedemikian dinamis dengan perubahan-perubahan yang sangat cepat. Kemudian yang ketiga adalah aplikasi system yang saling terintegrasi, harus saling support satu dengan yang lain saling melengkapi kebutuhan.

Dan yang terakhir dan terpenting adalah tersedianya anggaran, percuma kalau tiga hal diatas direncanakan matang ternyata anggarannya tidak ada, pungkasnya. (Zat/Humas)